Antara KHGT, Neo MABIMS dan Rukyatulhilal Lokal di Indonesia

 

Umat Islam Indonesia telah sering mengalami perbedaan dalam pelaksanaan ibadah yang berkaitan dengan awal bulan hijriyyah, seperti awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah. Antara ketetapan Muhammadiyah dan hasil keputusan sidang isbat terkadang bersamaan atau berbeda 1 hari. Jika Muhammadiyah berbeda dengan keputusan sidang Isbat, itu artinya Muhammadiyah dengan hisab Wujudul Hilal mendahului yang lainnya dalam menetapkan awal bulan. Perbedaan ini telah menjadi hal lazim terjadi di Indonesia, dan diterima sebagai bagian dari keberagaman fiqh. Masyarakat pun telah terbiasa dengan kondisi ini, sehingga adanya malam takbir dua kali berturut-turut atau dua jadwal salat Idul Fitri dan Idul Adha tidak lagi mengejutkan.

Photo Kegiatan Shalat Ied di depan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya (kredit: tvonenews.com) 


Namun bagaimana jika Muhammadiyah memberlakukan KHGT? Jika dengan menerapkan Wujudul Hilal Muhammadiyah sering berbeda 1 hari dari hasil sidang isbat, bagaimana potensi perbedaannya jika menerapkan KHGT?

Kita tinjau terlebih dahulu bagaimana pola keputusan sidang isbat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan asumsi bahwa hasil sidang isbat akan mengikuti pola yang konsisten, kita dapat membandingkannya dengan KHGT. Tabel berikut ini menampilkan perbandingan antara ketetapan Muhammadiyah berdasarkan Wujudul Hilal, Imkanur Rukyat Neo MABIMS dan hasil sidang Isbat. Kita tinjau mulai dari tahun 2022, sejak Neo MABIMS disosialisasikan oleh Kemenag melalui edaran resmi kepada ormas-ormas Islam dan instansi terkait. Tabel berikut ini menampilkan perbandingan awal bulan Hijriyyah untuk Ramadhan Syawwal dan Dzulhijjah dalam rentang tahun 1143H-1446H.

Awal Bulan & Tahun Hijriyyah

Wujudul Hilal

Neo MABIMS

Hasil Sidang Isbat

KHGT

Ramadhan 1443H

2 April 2022

3 April 2022

3 April 2022

2 April 2022

Syawwal 1443H

2 Mei 2022

2 Mei 2022

2 Mei 2022

2 Mei 2022

Dzulhijjah 1443H

30 Juni 2022

1 Juli 2022

1 Juli 2022

30 Juni 2022

Ramadhan 1444H

23 Maret 2023

23 Maret 2023

23 Maret 2023

22 Maret 2023

Syawwal 1444H

21 April 2023

22 April 2023

22 April 2023

21 April 2023

Dzulhijjah 1444H

19 Juni 2023

20 Juni 2023

20 Juni 2023

19 Juni 2023

Ramadhan 1445H

11 Maret 2024

12 Maret 2024

12 Maret 2024

11 Maret 2024

Syawwal 1445H

10 April 2024

10 April 2024

10 April 2024

10 April 2024

Dzulhijjah 1445H

8 Juni 2024

8 Juni 2024

8 Juni 2024

7 Juni 2024

Ramadhan 1446H

1 Maret 2025

1 Maret 2025

1 Maret 2024

1 Maret 2025

Syawwal 1446H

31 Maret 2025

31 Maret 2025

 

30 Maret 2025

 Dari tabel di atas terlihat bahwa sidang isbat cenderung mengambil keputusan yang bersesuaian dengan Neo MABIMS. Bahkan sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1446H yang digelar pada hari Jumat, 28 Februari 2025 menetapkan 1 Ramadhan 1446H jatuh pada keesokan harinya tanggal 1 Maret 2025 berdasarkan ‘pengakuan’ terlihatnya hilal oleh perukyat yang telah disumpah, meskipun tanpa laporan hasil pengamatan citra hilal yang terverifikasi.

Hisab imkanurrukyat Neo MABIMS sendiri mensyaratkan telah terjadi konjungsi saat matahari terbenam, ketinggian bulan minimal 30 dan elongasi minimal 6,40. Pada 28 Februari 2025, kriteria ini terpenuhi hanya di secuil wilayah paling barat dan utara pulau Sumatra, yaitu di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Perhatikan Gambar 1 dan Gambar 2. 

Gambar 1. Kurva-kurva bernomor menunjukkan lokasi (dalam lintang dan bujur geografis) di permukaan Bumi dengan ketinggian hilal yang sama pada saat Matahari terbenam pada Jumat, 28 Februari 2025. (Sumber: BMKG)

Gambar 2. Garis-garis bernomor menunjukkan lokasi (dalam lintang dan bujur geografis) di permukaan Bumi dengan elongasi hilal yang sama pada saat Matahari terbenam pada Jumat, 28 Februari 2025. (Sumber: BMKG) 

Berdasarkan pengakuan melihat hilal di wilayah Aceh tersebut sidang isbat menetapkan 1 Ramadhan 1446H jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Bahkan jika ada laporan rukyat di selain secuil wilayah Aceh yang memenuhi kriteria imkanurrukyat tersebut, maka (menurut dugaan penulis) kemungkinan besar kesaksiannya akan ditolak. Konsistensi hasil ketetapan sidang isbat di beberapa tahun terakhir ini menunjukkan penerimaan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Agama RI terhadap kriteria imkanurrukyat Neo MABIMS sebagai dasar menentukan awal bulan Hijriyah.[1]

Dengan asumsi bahwa kriteria Neo MABIMS akan terus menjadi acuan utama dalam sidang isbat, maka Muhammadiyah yang menerapkan KHGT akan lebih sering berbeda (lebih dahulu 1 hari) dari keputusan sidang isbat, dibandingkan dengan ketika menerapkan Wujudul Hilal.


Photo Kegiatan Pengamatan di lt.13 Gedung At Tauhid Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya


Tulisan berikutnya (artikel ke-4): Perlukah Menunda KHGT di Indonesia?


[1] Catatan khusus hasil sidang isbat 1 Ramadhan 1446H. Sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1446H yang digelar pada hari Jumat, 28 Februari 2025 menghasilkan keputusan bahwa 1 Ramadhan 1446H jatuh pada keesokan harinya tanggal 1 Maret 2025. Hasil ini menunjukkan semakin konsistennya hasil sidang isbat bersesuaian dengan hisab imkanurrukyat Neo MABIMS. Penulis juga mengamati prediksi BRIN yang diberitakan oleh banyak media nasional memperkirakan awal Ramadhan 1446H jatuh pada 2 Maret 2025 dengan alasan bahwa hilal akan sulit dilihat dengan elongasi bulan kurang dari 6,4 derajat untuk mayoritas wilayah Indonesia, kecuali di secuil wilayah di Aceh (misalnya, www.kompas.com/jawa-barat/read/2025/02/28/060000388/muhammadiyah-tetapkan-1-maret-brin-prediksi2-maret--kapan-awal). Jika sidang isbat tetap mempertimbangkan laporan rukyat murni sebagai faktor penentu (dan bukan hisab  imkanurukyat Neo MABIMS), maka kemungkinan KHGT berbeda satu hari lebih awal dibandingkan keputusan pemerintah akan lebih besar. Artinya Muhammadiyah dengan KHGT akan lebih sering lagi mendahului hasil ketetapan sidang isbat.




Comments

Popular posts from this blog

Langit Mengajarkan Keseimbangan, Begitu Juga Hidup (Wawancara Tokoh, Majalah Observatoria)

Gerhana dan Bayang-bayang Perang Dunia

Cantiknya Gerhana Bulan Total di Langit Universitas Muhammadiyah Surabaya