Posts

Langit Mengajarkan Keseimbangan, Begitu Juga Hidup (Wawancara Tokoh, Majalah Observatoria)

Image
Artikel dapat diunduh di sini . Majalah Observatoria, edisi ke 40-Agustus 2025 (hal. 19-22) menampilkan wawancara tokoh 'Andi Sitti Mariyam'. Saya sebetulnya belum pantas untuk disebut tokoh, apa yang saya lakukan masih terlalu sedikit, belum seberapa dan belum apa-apa. Wawancara ini mencoba menyajikan perspektif perempuan dalam memandang sains dan kehidupan. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Berikut ini cuplikan wawancaranya: Apa pandangan Ibu soal peran perempuan dalam keilmuan Islam saat ini? Saya kira perempuan harus lebih banyak belajar astronomi, atau minimal terpapar. Karena astronomi ini menarik dan logis. Ia mengasah daya pikir kritis, yang sangat penting untuk kehidupan sehari- hari. Ilmu ini juga bisa memperkuat literasi sains di masyarakat. Apalagi sebagai perempuan, dan khususnya sebagai ibu, kita akan menjadi pendidik pertama bagi anak-anak. Kalau ibu terbiasa berpikir logis, anak-anak juga akan terbiasa berpikir nalar sejak kecil. Banyak ilmuwan besar dunia mem...

'Satu Langit, Satu Indonesia': Gerhana Bulan Total 2025 di UMSurabaya

Image
(Tulisan ini ditayangkan di wartaptm ) Ahad, 7 September 2025, terjadi fenomena Gerhana Bulan Total yang meliputi sebagian besar wilayah Dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indonesia, khusunya Kota Surabaya mengamati fenomena merahnya Bulan “The Blood Moon” ini sejak pukul 23:27 WIB hingga pukul 02:56 WIB dini hari Senin, 8 September 2025. Gerhana Bulan Total berlangsung selama 1 jam 22 menit, di mana puncak gerhana terjadi pada pukul 01:11 WIB.                  Seluruh fase gerhana berikut waktu-waktunya yang diabadikan oleh Tim Galator pada Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025. Photo Gerhana Bulan Total yang berhasil diabadikan oleh Tim Galator saat puncak totalitas gerhana, 8 September 2025 Pukul 01.11 WIB. Klub Astronomi Galator UMSurabaya menyambut fenomena ini dengan tema: “satu langit, satu Indonesia’, berupa kegiatan pengamatan Gerhana Bulan Total dan Sholat Gerhana yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas ...

Perlukah Menunda KHGT di Indonesia?

Image
  Kita memahami bahwa Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) telah memenuhi definisi kalender yang diisyaratkan oleh Al Quran, yaitu sebagai kalender yang digunakan baik untuk keperluan ibadah maupun muamalah. KHGT juga menjamin bahwa dengan menerapkan sistem ini maka seluruh penduduk dunia dari daratan Amerika di barat hingga Selandia Baru di Timur dapat menjalankan ibadah seperti puasa Arafah dan dua hari raya secara bersamaan pada hari yang sama. KHGT diharapkan menjadi solusi atas problematika kalender Hijriyah di dunia Islam. Kalender Hijriyah Global Tunggal (kredit: Suara Muhammadiyah) Namun dalam situasi saat ini dimana umat Islam di berbagai negara masih menggunakan acuan, kriteria dan matlak   lokalnya masing-masing (terutama Arab Saudi dan Indonesia sendiri yang menjadi perhatian penulis dalam pembahasan ini), menyebabkan tujuan utama dari penerapan KHGT belum dapat sepenuhnya tercapai. Ironisnya jika KHGT diterapkan oleh Muhammadiyah di Indonesia, selama Arab Saudi...

Antara KHGT, Neo MABIMS dan Rukyatulhilal Lokal di Indonesia

Image
  Umat Islam Indonesia telah sering mengalami perbedaan dalam pelaksanaan ibadah yang berkaitan dengan awal bulan hijriyyah, seperti awal Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah. Antara ketetapan Muhammadiyah dan hasil keputusan sidang isbat terkadang bersamaan atau berbeda 1 hari. Jika Muhammadiyah berbeda dengan keputusan sidang Isbat, itu artinya Muhammadiyah dengan hisab Wujudul Hilal mendahului yang lainnya dalam menetapkan awal bulan. Perbedaan ini telah menjadi hal lazim terjadi di Indonesia, dan diterima sebagai bagian dari keberagaman fiqh. Masyarakat pun telah terbiasa dengan kondisi ini, sehingga adanya malam takbir dua kali berturut-turut atau dua jadwal salat Idul Fitri dan Idul Adha tidak lagi mengejutkan. Photo Kegiatan Shalat Ied di depan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya (kredit: tvonenews.com)  Namun bagaimana jika Muhammadiyah memberlakukan KHGT? Jika dengan menerapkan Wujudul Hilal Muhammadiyah sering berbeda 1 hari dari hasil sidang isbat, bagaimana potensi perbed...